Skip to content

MANAJEMEN MUSIK

  • artikel

Pertunjukan Musik perlukah managemen?

A. Seni Pertunjukan Tradisional
Di dalam setiap pementasannya, beberapa bentuk kesenian tradisional selalu membawa misi yang ingin disampaikan kepada penonton. Misi atau pesan itu dapat bersifat sosial, politik, moral dan sebagainya. Sebenarnya dalam setiap pertunjukan seni tradisional ada beberapa nilai tertentu yang dikandungnya. Seni pertunjukan tradisional secara umum mempunyai empat fungsi, yaitu fungsi ritual, fungsi pendidikan sebagai media tuntunan, fungsi atau media penerangan atau kritik sosial dan fungsi hiburan atau tontonan.
Untuk memenuhi fungsi ritual, seni pertunjukan yang ditampilkan biasanya masih berpijak pada aturan-aturan tradisi. Misalnya sesaji sebelum pementasan wayang, ritual-ritual bersih desa dengan seni pertunjukan dan sesaji tertentu, pantanganpantangan yang tidak boleh dilanggar selama pertunjukan dan lainlain. Sebagai media pendidikan, pertunjukan tradisional mentransformasikan nilai-nilai budaya yang ada dalam seni pertunjukan tradisional tersebut. Oleh karena itu, seorang seniman betul-betul dituntut untuk dapat berperan semaksimal mungkin atas peran yang dibawakannya. Seni pertunjukan tradisional (wayang kulit, wayang orang, ketoprak) sebenarnya sudah mengandung media pendidikan pada hakikat seni pertunjukan itu sendiri, dalam perwatakan tokoh-tokohnya dan juga dalam ceritanya. Misalnya pertentangan yang baik dan yang buruk akan dimenangkan yang baik, kerukunan Pandawa, nilai-nilai kesetiaan dan lain-lain.
Pada masa sekarang ini seni pertunjukan tradisional cukup efektif pula sebagai media penerangan ataupun kritik sosial, baik dari pemerintah atau dari rakyat. Misalnya pesan-pesan pembangunan, penyampaian informasi dan lain-lain. Sebaliknya rakyat dapat mengkritik pimpinan atau pemerintah secara tidak langsung misalnya lewat adegan goro-goro pada wayang atau dagelan pada ketoprak. Hal ini disebabkan adanya anggapan mengkritik (lebih-lebih) pimpinan atau atasan adalah “tabu”. Melalui sindiran atau guyonan dapat diungkap tentang berbagai ketidakberesan yang ada, tanpa menyakiti orang lain. Sebagai media tontonan seni pertunjukan tradisional harus dapat menghibur penonton, menghilangkan stres dan menyenangkan hati. Sebagai tontonan atau hiburan seni pertunjukan tradisional ini biasanya tidak ada kaitannya dengan upacara ritual. Pertunjukan ini diselenggarakan benar-benar hanya untuk hiburan misalnya tampil pada peringatan kelahiran, resepsi pernikahan dan lain-lain.

B. Seni Pertunjukan Modern
Contoh pertunjukan modern antara lain drama, opera, fragmen, teater, dan film. Seni pertunjukan modern banyak ditampilkan di media elektronik seperti televisi.

2. PENGELOLAAN  SENI  PERTUNJUKAN

A. Pengertian Manajemen / Pengelolaan
Secara etimologi, Hasibuan (2007:1) menndefinisikan bahwa manajemen berasal dari kata to manage yang berarti mengatur (merencanakan). Pada dasarnya, ada dua tujuan utama dalam memelajari manajemen. Pertama, agar orang atau kelompok dapat bekerja secara efisien. Maksudnya, mereka dapat bekerja dengan suatu cara atau metode sistematis sehingga segala sumber yang ada (tenaga, dana, dan peralatan) dapat digunakan lebih baik. Dengan begitu, akan tercapai hasil yang diharapkan. Dalam arti lain, efisiensi itu terjadi jika pengeluaran lebih kecil dari penghasilan, atau hasil yang diperoleh lebih besar dari penggunaan sumber yang ada. Kedua, tujuan memelajari manajemen agar dalam bekerja atau melakukan usaha dapat dicapai ketenangan, kelancaran, dan kelangsungan usaha itu sendiri.Manajemen Pertunjukan adalah proses merencanakan dan mengambil keputusan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan sumber daya manusia, keuangan, fisik, dan informasi yang berhubungan dengan pertunjukan agar pertunjukan dapat terlaksana dengan lancar dan terorganisir.
Fungsi dari manajemen pertunjukan:
• PerencanaanDalam perencanaan ini yang pertama dilakukan adalah menetapkan sasaran lalu memilih tindakan yang akan diambil dari berbagai alternatif yang ada.
• PengorganisasianDalam proses ini dilakukan pengalokasian sumber daya, penyusunan jadwal kerja dan koordinasi antar unit-unit dalam suatu kepanitiaan.
• PengendalianPengendalian di sini berarti membandingkan perencanaan dengan realisasi. Lalu mengambil tindakan koreksi atas realisasi yang tidak sesuai dengan perencanaan.

B. Fungsi Manajemen / Pengelolaan
Keterlibatan pengelola dalam menjalankan organisasi menentukan pilihannya. Ada organisasi seni pertunjukan yang pengelolanya terlibat menjalankan manajemennya. Pengelola bertindak sebagai koreografer, artis, produser, pimpinan produksi, dan secara langsung mencurahkan total waktu untuk masalah manajemen organisasi yang dipimpinnya.
Banyak organisasi seni pertunjukan yang masih belum memiliki tenaga pengelola secara total. Waktu yang tidak dimiliki untuk mengurusi penyelenggaraan organisasi seni secara profesional membutuhkan pengelola dan peleksana produksi dalam jumlah yang terbatas. Ada kecenderungan, organisasi seni pertunjukan yang berorientasi bisnis maka pengelola terjunlangsung menangani produksi. Organisasi yang berorientasi pada karya seni pengelola menyediakan waktu paruh untuk penanganan produksi secara langsung.Secara umum perspektif karakteristik organisasi ini dapat digambarkan sebagai berikut:Melalui matrik yang telah dijelaskan pada lembar terdahulu, keterlibatan pengelola ditunjukan melalui maket gambar Bagan
Berdasarkan pengamatan yang telah dipelajari secara mendalam, orientasi berkarya pada organisasi seni pertunjukan yang bergerak di bidang bisnis dan paruh waktu berbeda karakteristiknya. Bentik organisasi seni pertunjukan yang menyediakan pengelola dan pengelolaan ditangani secara mandiri memiliki publik penonton yang berbeda karakteristiknya.
Manajemen akan membantu organisasi seni pertunjukan di dalammewujudkan harapannya untuk memproduksi karya secara maksimal. Regulasi ke arah itu diupayakan dengan melalui pemberdayaan berbagai komponen yang terkait untuk bersinergis dalam membangun jaringan yang tanggam seperti proporsi rumah laba-laba. Apabila berbagai komponen pendukung yang dirasakan dapat digunakan sebagai stimulus dalam mempermulus laju dan perkembangan produksi seni pertunjukan sebaiknya dilakukan secara komprehensif. Di sini faktor keberuntungan, perencanaan produksi, strategi penerapan dan penggunaan celah yang mendatangkan peluang bisnis besar perlu diterapkan walaupun pada kapasitas produksi untuk oenyajian karya seni sebagai hobi saja. Dengan demikian diperlukan kerja keras berbagai komponen yang terlibat dan sekaligus upaya penanganan hambatan harus diminimalisir secara tepat, sehingga pelaksanaan produksi karya seni menjadi pilihan dan harapan bersama.
Di sisi lain Masalah manajemen sebagai basis dalam pengelolaan suatu organisasi seni pertunjukan memiliki kompetensi yang sangat krusial dalam menentukan laju dan arah pengembangan dari suatu seni pertunjukan. Secara umum dalam pengelolaan terasa sangat gampang, namun dalam peleksanaannya memerlukan penanganan yang sangat rumit, butuh perhatian khsusus serta lebih diutamakan pada pemngalaman empirik menjadi sumber dalam melaksanakan dan sekaligus menetapkan keberhasilan produksi karya seni secara proporsional.

C. Proses Sebelum Pementasan

• Pembentukan Kepanitiaan
Agar kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan berjalan dengan lancar, maka dibentuklah suatu kepanitiaan kegiatan. Panitia adalah sekelompok orang yang ditunjuk atau dipilih untuk mempertimbangkan dan mengurus hal-hal yang ditugaskan kepadanya. Tujuan apa yang ingin dicapai dalam kepanitiaan bersifat sementara dan jangka pendek, dalam artian bahwa kepanitiaan akan berakhir jika kegiatan/tugas selesai.

• Penentuan Tema
Dalam suatu kegiatan sangat diperlukan suatu tema untuk memberi batasan dan memberi arah pada kegiatan yang akan dilakukan. Dan tema dalam suatu kegiatan dapat diambil dari kejadian yang ada di lingkungan kita. Misalnya tema tentang Alam ( SAVE THE NATURE GUYS).

• Pembuatan Time Schedule
Dalam suatu kepanitiaan harus membuat susunan jadwal kerja atau yang biasa disebut time schedule. Time schedule sendiri berfungsi untuk menertibkan kinerja tiap divisi dalam kepanitiaan. Dengan time schedule diharapkan kinerja panitia sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

• Penunjukan Stage Manajer Dan Pembuatan Run Down
Stage Manager bertugas merumuskan atau menetapkan secara lebih detail pelaksanaan acara pada hari-H terutama pada konsep penampilan dan pengisi acara, tata panggung dan tata lampu serta terjun langsung ke lapangan pada hari-H dan turun tangan langsung. Run down adalah detail susunan acara dalam suatu kegiatan pada hari-H. Dalam run down tercantum secara detail person yang terlibat dan peralatan yang dibutuhkan dalam setiap penampilan serta keterangan-keterangan yang diperlukan.

•Pementasan Pra Pentas
Dalam tahap ini dilakukan gladi bersih sebagai persiapan terakhir untuk menuju sebuah pementasan. Tujuan dari tahap ini adalah sebagai simulasi pada hari-H agar seluruh panitia yang terlibat siap untuk menghadapi kendala-kendala yang mungkin akan terjadi saat melakukan sebuah pementasan.Pada tahap ini seluruh panitia diharapkan fokus pada pertunjukan sesuai dengan job description masing-masing dan berkoordinasi dengan stage manager agar pementasan berjalan sesuai dengan run down.

• LPJ
Ketika tugas telah selesai dilaksanakan, ketika acara telah berakhir, kerja kepanitiaan belumlah berakhir. Karena masih harus dilakukan pertanggungjawaban dari kepanitiaan dalam bentuk LPJ. LPJ dimaksudkan untuk memastikan, apakah planning yang dilakukan pada awal kepanitiaan berjalan sebagaimana mestinya.Berikut ini merupakan gambaran kepanitiaan dalam sebuah pertunjukan secara garis besar  D. Manajemen/Pengelolaan Pertunjukan
Manajemen Pertunjukan adalah proses merencanakan dan mengambil keputusan sebuh pementasan yang berhubungan langsung dengan pelaksanaan pertunjukan baik itu berupa materi pementasan sampai padan artistic di atas panggung.
Berikut ini merupakan beberapa orang yang sangat berperan dalam manajemen pertunjukan dan tugasnya.

1. Konsep master: adalah orang yang membuat konsep dari konser, mengatur alur dari sebuah konser. Konsep master juga berperan dalam memilih repetoar yangingin dinyanyikan mengatur emosi yang ingin disampaikan kepada seluruh penyanyi dan juga penonton.

2. Team partisi untuk mencari partitur lagu yang ingin dinyanyikan lalulu dibukukan dan ditulis kembali.

3. Team music

4. Team artistic panggungdan juga lighting

5. Team dokumentasi

6. Team kostum dan make up

7. Team koreografi

8. Publikasi yang mendesain dari produk publikasi

Berikut ini merupakan hal-hal penting dalam manajemen pertunjukan :
Sebelum Pementasan;

– Mengukur kemampuan perorangan dan kelompok,

– Mengendalikan obsesi dan emosi dengan mementingkan logika dan nilai rasa,

– Membuat time schedule dan story board pementasana

– Membuat job description yang mantap,

– Konsultasi/sharing dengan orang yang lebih berpengalaman,

– Memperhitungkan segala kebutuhan secara terperinci,

– Membuat inventaris barang dan pihak yang bersinggungan,

– Menyediakan kas (sebatas kemampuan) untuk pendanaan kegiatan saat Pementasan,

– Berpedoman konsep yang sudah disiapkan,

– Melakukan koordinasi satu sama lain,

– Memastikan perlengkapan dan peralatan dengan baik,

– Mengecek sirkulasi tiket dan undangan,

– Mengecek ulang kondisi gedung dan mobilisasi penonton,

– Mengantisipasi gangguan teknis dan keamanan yang tidak diinginkan,

Setelah Pementasan;

– Evaluasi pementasan

– Mengecek keadaan panggung dan gedung pertunjukan,

– Mengecek dan menempatkan perlengkapan/peralatan pada posisi semula,

– Mengevaluasi kerja setiap elemen pementasan,

– Melaporkan hasil kegiatan dengan pihak yang berkepentingan.

3. PENGELOLAAN PENTAS            

Pengelolaan Pentas adalah suatu kegiatan yang di lakukan oleh pemimpin pentas dengan dibantu oleh sekelompok orang dalam suatu organisasi pergelaran,yang bertujuan untuk menghasilkan bentuk tontonan yang baik dan enak dinikmati.            

Seorang pemimpin pentas harus menguasai materi pertunjukan,mampu mengendalikan dan mengoordinasikan segenap unsur pentas dengan segala peralatannya,serta dapat mengerti aspirasi penonton. Selain itu,seorang pemimpin pentas harus dapat membawakan tugasnya dengan baik dan luwes,tegas, serta tanggap terhadap setiap perkembangan di atas pentas, sehingga tidak terjadi kekakuan dalam pelaksanaan pementasan.            Pengelola pementasan harus dapat melalui dan mengakhiri  prtunjukan tepat pada waktunya. Ketika di atas pentas sedang berlangsung suatu adegan ,dia harus sudah siap dengan adegan berikutnya. Namun ,dia juga tidak boleh kehilangan kewaspadaan dalam mengikuti kejadian di atas pentas agar mampu bertindak cepat dan tepat bila terjadi keadaan darurat.   

4. PELAKU  USAHA  SENI  PERTUNJUKAN

a. Produsen/Seniman   Produsen atau Seniman adalah sekelompok orang atau pribadi yang berusaha untuk   menciptakan sebuah karya seni.Seorang seniman harus memiliki misi dalam berkarya.
b. Konsumen / Penikmat   Konsumen atau penikmat adalah sekelompok orang yang memberikan reaksi dan apresiasi   terhadap sebuah pementasan. Sekelompok orang tersebut datang ke sebuah degung untuk   menyaksikan pertunjukan yang sedang berlangsung sehingga mereka disebut penonton.
c. Patron ( Donatur )    Sekelompok orang, pribadi, organisasi, yayasan,atau lembaga pemerintah yang memiliki    tujuan untuk mendukung dan menghidupkan kesenian, misalnya untuk pelestarian dan    pengembangan kesenian.
d. Sponsor    Adalah perusahaan atau pribadi yang mendukung kegiatan kesenian, terutama dalam hal    finansial (dana keuangan), dengan ikatan kerja sama saling menguntungkan.
e. Pengelola / Manajer    Adalah lembaga, organisasi, badan usaha atau perorangan yang mengomunikasikan karya-    karya seni pada masyarakat. Ia mengelola karya-karya seni agar dapat dinikmati oleh    konsumen.
f. Kritikus Seni/Pengamat Seni    Adalah seseorang yang mengamati proses pembuatan hingga penyajian karya seni dan    membuat ulasan tentang bobot karya yang telah disajikan. seorang kritikus diharapkan    dapat menjebatani seniman dan penonton.

5. ORGANISASI  PERGELARAN   

Adalah system yang digerakkan oleh sekelompok orang yang bertugas mengelola suatu pergelaran. Secara umum, organisasi pergelaran  terbagi menjadi dua, yaitu organisasi pergelaran bidang Produksi dan organisai pergelaran bidang artistik.
  1. Manajemen Pergelaran Bidang Produksi    Manajemen Pergelaran Bidang Poduksi Terdiri atas bidang-bidang berikut ini:
a.    ProduserAdalah orang yang paling berkuasa ( bertanggung jawab) atas penyelenggaraan suatu pertunjukan / pergelaran.
b.    Seksi TransportasiMemiliki peran yang sangat besar dalam sebuah pergelaran karena berfungsi untuk mengangkut barang-barang kebutuhan pergelaran, termasuk pemain dan semua kru.  

c.    Seksi DokumentasiSarana dokumentasi di maksudkan untuk mengabadikan semua aktivitas pergelaran, bahkan bisa digunakan sebagai bahan evaluasi. Bermacam-macam jenis sarana dokumentasi diantaranya kamera video, kaset tape recorder, dan kamera digital.
d.    Seksi PublikasiKeberhasilan suatu pergelaran juga tergantung dari peran bagian humas yang mempublikasikan berbagai informasi kepada seksi publikasi atau masyarakat tentang sebuah pergelaran teater.
e.    Seksi KonsumsiSeksi Konsumsi Juga Merupakan Pendukung yang sangat penting, karena makanan adalah salah satu hal yang tidak boleh ditinggalkan. Para pemain harus dalam keadaan sehat dan melakukan aktivitasnya, sehingga harus di tunjang dengan makanan yang bergizi.
f.     Petugas TiketSuatu Pergelarang sangat terkait dengan adanya tiket pertunjukan. Petugas penjual tiket harus bersikap ramah untuk menarik simpati para pembeli.
g.    Tim MedisTim Medis bertugas mengawasi kesehatan para pemain dan bersiaga jika ada pemain yang mengalami gangguan kesehatan. Hal ini sangat penting karena tidak mungkin  pemain akan melekukan pementasan pentas dalm keadaan sakit.
h.    Petugas KhususPetugas khusu pada dasarnya sama dengan petugas pelaksana, namun dia memiliki kekhususan dalam tugasnya yang tidak boleh melakukan pekerjaan lain diluar tugasnya.

 2. Manajemen Pergelaran Bidang Artistik
Manajemen Pergelaran Bidang Artistik Terdiri atas bidang-bidang berikut.
a.    Sutradara / Pimpinan ArtistikAdalah orang yang menguasai (tanggung jawab) terhadap materi pertunjukan, serta berhak mengatur dan mengolah materi sajian agar menarik dan enak dinikmati. Dalam menangani sebuah pementasan sutradara dibantu oleh penata tari (koreografer), penata musik (composer), dan pimpinan pentas (stage majarer).
1)    Penata Tari / KoreograferAdalah orang yang membantu sutradara dalam hal penataan gerak. Dalam menjalankan tugasnya, koreografer dibantu oleh beberapa pelatih tari.
2)    Penata musik/KomposerAdalah orang yang bertugas menata music sebagai pendukung sebuah pergelaran, baik berupa music, ilustrasi ataupun music irinagn. Baik buruk dan berhasil tidaknya sebuah pergelaran juga di tentukan oleh music pendukung.   

3)    Pimpinan Pentas / Stage Manager
Merupakan penguasa tunggal diatas pentas selama pertunjukan berlangsung. Dalam menjalankan tugasnya, stage manager dibantu oleh kerabat kerja pentas (stage crew) diantaranya : a.    Penata panggung (Scenographer) b.    Penata Cahaya (Light designer/Lighting man) c.    Penata Suara (Soun Enginering/ Soun Man) d.    Penanggung Jawab Properti e.    Petugas Pelaksana b.    Penata Rias Dan Busana
Seorang penata rias dan busana harus benar-benar menguasi berbagai macam bentuk karakter tokoh yang akan dimainkan actor, serta harus mengetahui berbagai alat jenis riasan dan pepaduan warna make up, sehingga bisa menampilkan watak yang diinginkan. Demikian pula dalam menata kostum, dia harus paham akan latar belakang tokoh dalam cerita yang ditampilkan.

6. HAL-HAL YANG  DIKELOLA  DALAM  SENI  PERTUNJUKAN
 1. Menentukan Ide Pementasan             Ide adalah pokok pikiran pertama yang akan menjadi awal langkah dari semua proses produksi seni teater. Ide berkaitan erat dengan cerita yang akan ditampilkan dalam sebuah pertunjukan.Dalam menentukan ide pementasan harus mempertimbangkan nilai-nilai berikut:a.    Nilai Filosofi, bhawa pementasan yang dipilih harus memberikan suatu perenungan pikiran yang luas (katarsis).b.    Nilai Artistik, bahwa pementasan yang dipilih harus memiliki nilai seni (keindahan) yang dalam dan luhur.c.    Nilai Etis/Etika, bahwa pementasan itu harus bermanfaat bagi manusia lebih luas dari sekedar keindahan karya seni tersebut. Nilai etis berarti pula nilai moral (baik dan buruk).d.    Nilai Komersial, bahwa pementasan itu harus memancing perhatian masyarakat atau penonton sehingga akan mendatangkan nilai jual.
 2. Menentukan Jenis Produksi
    Setelah memperoleh ide pementasan, kemudian di lanjtkan dengan menentukan jenis produksi. Jenis produksi ada dua yaitu, produksi profit dan produksi nonprofit. Produksi profit adalah jenis produksi kesenian yang berorientasi pada keuntungan material. Produksi nonprofit adalah jenis produksi kesenian yang tidak berorientasi pada keuntungan material, tetapi dad keuntungan estetis (kepuasan batin).   

3. Menentukan Tempat Produksi         Tahap ini untuk menentukan tempat pelaksanaannya semua proses produksi, dan lokasi pertunjukan teater akan di pentaskan. Tempat produksi haruslah strategis, misalnya ditengah keramaian di pusat kegiatan seni, mudah di jangkau (ada fasilitas transpotasi),keamanan terjamin, kondisi fisik dan fasilitas sebagai tempat pertunjukan ada dan memadai (representative).


 4. Memperkiraan Keadaan Pasar        Untuk memperkirakan pasar/penonton, terlebih dahulu di tinjau motif-motif penonton yang datang ke gedung petunjukan. Ada 3 motivasi yang menyebabkan masyarakat cenderung jadi penonton seni pertunjukan.
a.    Penonton Peminat, yaitu penonton intelektual yang mngapresiasi seni pada umumnya dan seni teater khususnya. Penonton jenis ini memiliki pengalaman seni teater yang tinggi, misalnya seniman teater, pengamat teater, kritikus teater, dan mahasiswa teater.
b.    Penonton Iseng, adalah penonton yang tidak memiliki perhatian khusus pada teater, tetapi mungkin menyukai seni lain, seperti seni music,karawita dan tari.
c.    Penonton penasaran, adalah penonton yang menonton karena rasa penasaran ingin mengetahui apa sebetulnya seni teater, atau karena pelaku pertunjukannya (sutradara, actor, aktris dll).
Setelah mengetahui golongan – golongan penonton, bisa diperkirakan pasar/penonton yang pantas menikmati pertunjukan sesuai dengan garapan yang akan disajikan.

 5. Memperkirakan Kebutuhan SDM, Alat, Bahan dan Biaya
   Kebutuhan sumber daya manusia,alat,bahan dan biaya bergantung pada kebutuhan sesuai dengan bentuk garapan dan jenis produksi yang dijalankan.Kebutuhan untuk pertunjukan tradisional tentu berbeda dengan pertunjukan teater kontemporer.Namun secara umum,kebutuhan tersebut bisa dibagi menjadi 3 kelompok,yaitu kebutuhan administrasi (Kesekretariatan),kebutuhan penyajian (Proses latihan dan pementasan) dan kebutuhan panggung.
a)    Kebutuhan administrasi tenaga administrasi dibutuhkan untuk mengelola seni pertunjukan.Mereka harus memiliki jiwa bisnis,dan kemampuan manajemen administrasi yang baik.Jumlah sumber daya manusia(SDM) dibagian ini disesuaikan dengan jumlag seksi yang ada.Secara umum,bagian administrasi mengurusi berbagai kebutuhan peralatan kantor dan transoportasi,mempekirakan biaya administrasi seperti harga kertas,biaya foto copy,biaya cetak undangan,dan biaya cetak poster.
b)    Kebutuhan penyajianSDM yang diperlukan dibagian penyajiannya diantaranya adalah seorang sutradara yang handal,pemain (actor atau aktris) yang baik,peralatan untuk latihan,dan juga seorang yang memperkirakan dan memperhitungkan biaya latihan.
c)    Kebutuhan pangggungUntuk menciptakan dan memperoleh desain panggung yang baik,diperlukan teknisi dan operator (Sound system,lampu set dan dekorasi,dll),sejumlah lampu bebagai jenis,set dekorasi (bentuk dan cara pembuatannya),alat musik yang akan dipakai,sound system (milik sendiri atau menyewa),dan jenis panggung (arena atau proscenium).

 6. Memperkirakan cara memperoleh biaya dan permodalan
Ada 4 jenis modal yang harus dimiliki dalam kerja produksi seni pertunjukan,yaitu modal manusia (SDM yang andal) modal keuangan,modal material (sarana dan prasana) dan modal informasi (misalnya jaringan internet),
Ada 4 cara untuk memperoleh uang sebagai modal pembiayaanproduksi seni pertunjukan,yaitu sebagai berikut.a)    Iuran,yaitu mengumpulkan uang dari para anggota dengan jumlah nominal sesuai kesepakatan.b)    Donatur (Patron) yaitu sumbangan modal keuangan yang sifat nya tidak mengikat dan tanpa pamrih dari seseorang atau instansi pemerintah yang disebut patron.c)    Sponsor yaitu sumbangan modal keuangan yang bersifat mengikat dengan adanya hubunngan kerja yang saling menguntungkan secara bisnis.d)    Penjualan tiket,yaitu cara memperoleh biaya produksi (Modal keuangan) secara langsung dari penonton.

 7. Memperkirakan metode dan strategi pemasaran
Metode dan strategi pemasaran sebuah produk sangat erat kaitannya dengan promosi dan publikasi,yakni mengenalkan sebuah produk kepada konsumen.Konsumen pertujukan teater adalah penonton atau penikmat seni itu sendri.Terdapat beberapa cara melakukan promosi,yaitu sebagai berikut.
a)    Pemasangan iklan atau reklameSecara umum ada 2 jenis iklan yaitu:1     Iklan luar ruangan (Aout Door)2     Iklan dalam ruangan (Indoor)
b)    Presss Release,adalah pemberitahuan mengenai sebuah kegiatan atau produk melakui pres,Koran,majalah,berita radio atau televesi
c)    Propaganda,adalah pemberitahuan kegiatan kepada masyarakat secara langsun dengan berkeliling kota menggunakan peralatan sound system.
d)    Penyebaran undangan (Door to door).Dengan menggunakan undangan,penyampaian informasi tentang adanya suatu kegiatan dapat  langsung diterima para pihak yang dituju.Undangan biasanya digunakan  untuk tamu-tamu khusus.8.Menyusun Organisasi atau staf produksi .   

8. Menyusun Organisasi / Staf Produksi
Demi berlangsungnya sebuah pengelolaan usaha produksi seni teater,diperlukan orang-orang atau sumber daya manusia yang duduk dalam sebuah organisasi.Tidak semua produksi teater memiliki struktur yang sma,hal ini bergantung pada macam,ukuran,tujuan produksi.Berikut adalah salah satu contoh bagan struktur organisasi produksi.

 9. Menyusun Kebutuhan Alat Dan Bahan, serta Menyusun RAB         ( Rencana   Anggaran Biaya)            Daftar alat dan bahan yang dibutuhkan dalam sebuah produksi terater harus disusun dengan tepat,mulai dari kebutuhan produksi yang bersifat administratifmhingga kebutuhan yang bersifat artistik. Selain kebutuhan alat dan bahan, harus pula disusun Rencana Anggaran Biyaya (RAB) produksi teater. Hal yang menjadi patokan dalam menyusun RAB produksi teater adalah adanya pemasukan, pengeluaran, dan perhitungan saldo (rugi-laba).

 10. Menyusun Jadwal Kegiatan ( Schedule )
Sebelum menyusun jadwal kegiatan, tentukan terlebih dahuluhari dan tanggal kegiatan pementasan. Setelah tanggal ditentukan, susun jadwal kegiatan setiap seksi sesuai dengan target kerja masing-masing. Menyusun jadwal dimulai dari hari pertama saat pertemuan/rapat perencanaan diadakan.

 11. Menyusun Proposal
            Proposal adalah usulan dari sebuah proyek/kegiatan. Proposal harus disusun secara terprinci dan baik karena proposal inilah yang akan diusulkan dan diajukan ke pihak donator atau sponsor. Dengan demikian pihak donator/sponsor akan tertarik dan memahami usulan berikut.            Isi proposal harus jelas dan mudah dipahami. Beberapa hal yang harus tercantum dalam sebuah proposal adalah sebagai berikut.
a.    Dasar PemikiranDasar pemikiran berisi uraian singkat tentang kegiatan seni pertunjukan, misalnya pengertian seni teater. Selain iti, dasar pemikiran juga bisa berisi pemikiran nilai-nilai filosofis atau nilai etis dari cerita yang akan dipentaskan
b.    Tujuan KegiatanTujuan kegiatan berisi target yang akan dicapai dari kegiatan tersebut, misalnya mencapai iklim kreatif yang menunjang penciptaan seni teater dikota anda.
c.    Dasar kegiatanDasar kegiatan harus sesuai denagn UUD 1945 dan pancsila, misalnya, pasal 32 UUD 1945tentang kebudayaan yang berbunyi, “pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia.”  d.    Nama Dan Bentuk KegiatanPenjelasan tentang bentuk-bentuk kegiatan yang akan dilakukan dijelaskan dibagian ini. Nama kegiatan sebisa mungkin dibuat secara unik dan bisa menarik perhatian, terutama untuk menarik sponsor.
e.    Tempat dan Waktu KegiatanBagian ini menjelaskan waktu pelaksanaan serta lokaso yang akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan.
f.     Nama penyelenggaraBagian ini mencantumkan penyelenggara kegiaytan yang akan dilaksanakan. Penyelenggara kegiatan bisa terdiri lebih dari satu organisasi atau lembaga. Misalnya satu sekolah bekerja sama dengan seklah lain.
 g.    Sasaran KegiatanSasaran kegiatan ini terdapat penjelasan tentang tujuan kegiatan. Sealaim itu dijelaskan juga siapa saja pihak-pihak yang menjadi sasaran kegiatan.
h.    Sumber Dana KegiatanBagian ini terdapat penjelasan sumber-sumber pemasukan yang akan digunakan untuk pelaksanaan kegiatan.
i.      Susunan PengurusBagian ini menampilkan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan produksi sebuah pertunjukan. Susunan pengurus dapat di tampilkan dalam bentuk bagan , daftar, atau hanya dalam bentuk tulisan biasa.
j.      Rencana anggaranBagian ini memaparkan rencana penggunaan anggran yang akan di lakukan , mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan pertunjukan.
k.    SponsorshipDalam bagian ini terdapat pedoman bagi sponsor dalam kerjasama. Bagian ini berisi batasan-batasan kontrak krja antara penyelenggara kegiatan dan sponsor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://borrowmarmotforester.com/ikk6dgxp6?key=2f06e78c20e057d49e30985f343b0f39 https://borrowmarmotforester.com/vku0xehca5?key=60798e1926f76e1ac3b0e649820b6850 https://pjjpp.com/fullpage.php?section=General&pub=758948&ga=g